Info Seputar Sukabumi

Senin, 09 April 2018

Reugreug Pageuh Repeh Rapih

Reugreug Pageuh Repeh Rapih

Nama yang amat bersahaja tapi berfaedah berisi, “Reugreug Pageuh Repeh Rapih”. tentulah sekarakter suarahati hasil konsentrasi berisi. sekat ini wajib jadi gili-gili yang reugreug pageuh yang menetas situasi yang repeh rapih. berat tulanghitam aku, “Reugreug Pageuh” memanglah landasan, dan “Repeh Rapih” merupakan hasil.

Namun  tak urung  muncul juga pertanyaan. Pertama,  apakah  “pageuh”  yang menjadikan “reugreug”  atau sebaliknya.  Karena “reugeug”  bermakna tenang, aman, nyaman,  merasa happy dan berbagai gambaran emosi lain yang senada dengan itu. Sementara  “pageuh” artinya kuat dan mengakar. Mungkinkan sesuatu itu dirasakan “reugreug”  kalau tidak “pageuh”.  Secara logika mestinya semboyannya “pageuh reugreug”  meskipun secara rasa kebahasaan,  “reugreug pageuh” terasa lebih puitis dan lebih enak diucapkan.

Pengertian “pageuh”  itu bermanka ikatan, yaitu ikatan yang berwujud kesadaran keagamaan yang demikian intens dalam kehidupan warga kota Sukabumi. Dan saya masih ingat betul, kota ini dikenal sebagai kota santri.

Lahirnya ulama pejuang seperti KH Ahmad Sanusi, KH Dadun Abdul Qahhar (meski selanjutnya beliau pindah ke Cibadak) dan  Mr. Syamsudin, tidak bisa dilepaskan dari kehadiran pesantren Syamsul-Ulum  Gunungpuyuh yang selama puluhan tahun menjadi pusat pengkaderan para ulama di Jawa Barat.

Berawal dari pesantren Cantayan, pindah ke Gunungpuyuh, lalu menyebar ke banyak tempat : Ad-Da’wah Cibadak, Ibadurrahman Tegallega, Mifathul-huda Cibatu Cisaat, Gunung Handeuleum Bogor, dan pusat-pusat pengkaderan lainnya.

Dan kota Sukabumi waktu itu menjadi “pusat”  berkumpulnya para ulama pergerakan. Sebutlah misalnya nama-nama lain : KH Noor Ali Bekasi, KH Soleh Iskandar Bogor, KH Acun Manshur dan KH Abdul Malik Tegallega, KH Dachlan Cipetir (pendiri Muhamadiyah Sukabumi), KH Masthuro (pendiri pesantren Almasthuriyah Tipar Cisaat), juga KH Mahfuz (pesantren Al-Mahfudziyah Ciaul), dan dari tentara, misalnya brigjen Sarbini dan kol.

Kawilarang (divisi Siliwangi) merupakan figur  pejuang yang menjadikan kota Sukabumi sebagai basis perlawanannya terhadap baik kolonial Belanda maupun Jepang. Sampai kemudian muncul waktu itu semacam adagium, “jika ingin menguasai Jawa Barat, kuasailah Sukabumi” menunjukkan betapa penting dan strategisnya kota Sukabumi.

Dengan demikian, jati diri kota Sukabumi adalah nilai-nilai Islam, dan kesadaran serta semangat keagamaan. Menjauhkan Sukabumi dari nilai-nilai Islam berarti seperti mengangkat ikan dari air.

Sukabumi hanya akan menjadi KOTA BAROKAH jika kesadaran dan nilai-nilai Islam teraktualisasikan dalam kehidupan warganya, para birokrat dan pemimpin daerahnya,  dan dalam manajemen pemerintahannya.

Karena kesadaran akan Islam itulah, semua warga menjadi “reugreug”. Ketenangan dan sikap keberagamaan warga menjadi dasar terwujudnya hidup yang berdampingan secara damai. Tak ada pertentangan agama. Meski jumlah gereja di kota ini banyak,  hubungan Muslim-Kristen berjalan sangat baik. Bahkan salah seorang tokoh Protestan, dr. Winata, memiliki hubungan yang amat baik dengan para kiyai. Dia merupakan salah seorang teman KH Ahmad Sanusi dan ayah saya serta ikut berjuang pada masa kemerdekaan dengan memasok senjata.

“Reugreug”  menjadi sebuah penggambaran dari sikap  warga Sukabumi yang merasakan kenyamanan dan ketenteraman karena mereka mengamalkan nilai-nilai agama. Semua orang yang hidup di kota Sukabumi akan merasa tidak lagi “reugreug”  jika budaya yang berkembang dalam pergaulan antar mereka tidak lagi bertumpu pada budaya yang agamis.

Setelah ikatan agama telah mengakar demikian kuat (pageuh), masyarakat pun menjadi tenteram dan nyaman (reugreug), dan kemudian bermuaralah pada sikap Repeh-rapih. Saling menghargai, menghormati serta saling dukung dan saling dorong dalam kebaikan dalam bingkai amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan secara santun dan penuh kearifan. Repeh bakal terwujud karena rapih. Dan rapih hanya akan bias diciptakan karena kesadaran agama yang intens.

- Sumber: Yan Hasanudin Malik

Rabu, 04 April 2018

Kawah Ratu Sukabumi

Kawah Ratu Sukabumi Jawa Barat

Kawah Ratu Berlokasi di lereng Gunung Salak, Kawah Ratu adalah sebuah kawah aktif yang mengeluarkan uap panas.

Kawah Ratu adalah tempat favorit para pecinta alam karena untuk dapat mencapai Kawah Ratu, anda harus menempuh perjalanan mendaki melewati jalan setapak selama kurang lebih 3 jam. Bagi pendaki pemula, disarankan untuk tidak mendaki pada malam hari.

Selain itu, jangan lupa membawa peralatan mendaki seperti sandal gunung, payung, kompas, jas hujan, senter, bekal makanan, dan lain-lain.

Tidak hanya wisatawan lokal saja yang datang untuk wisata ke Kawah Ratu namun wisatawan dari luar daerah pun banyak yang datang kesana untuk melihat keindahan dari kawah ratu. Usahakan anda menjaga jarak dengan pinggir kawah sebab kawah tersebut memiliki suhu yang sangat panas.

Kawah Ratu merupakan tempat menarik yang bisa dikunjungi oleh para pecinta wisata alam. Yang menjadikan kawah ini berbeda dengan kawah-kawah lain adalah keberedaan aliran sungai. Kawah Ratu dilintasi oleh aliran Sungai Cikuluwung sepanjang kira-kira 1 km.

Hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dari kawah ini. Dilihat dari kejauhan, air sungai tersebut terlihat berwarna biru toska. Namun, saat kita mendekat, akan ada warna kuning di dasar sungai yang terlihat dengan jelas. Warna kuning tersebut adalah endapan belerang.

Lokasi Kawah Ratu sendiri bisa dikatan berada di perut Gunung Salak. Karna, kalau meneruskan perjalan dari tempat ini kita akan sampai ke Puncak Salak 1 (2.221 mdpl) dan Puncak Salak 2 (2.180 mdpl) yang terkenal angker itu. Adapun untuk jalur pendakian ke kawah ini sendiri ada tiga jalur yang sudah cukup terkenal. Dua di Bogor dan satu di Sukabumi.


Berikut ini adalah 3 jalur tersebut:

1. Bumi Perkemahan Cangkuang

Jalur pendakian yang satu ini berada di Kabupaten Sukabumi. Tepatnya di Kecamatan Cidahu. Jalur trekking di Bumi Perkemahan Cangkuang ini memiliki panjang sekitar 4,5 km.

2. Bumi Perkemahan Gunung Bunder

Bumi Perkemahan Gunung Bunder berada di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Lokasi bumi perkemahan ini berada di dekat pintu gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jarak tempuh dari tempat ini ke kawah adalah sekitar 5 km dengan waktu perjalanan sekitar 3 jam.

3. Pasir Reungit

Pasir Reungit merupakan sebuah desa yang juga berada di Kecamatan Pamijahan, Bogor. Lokasi desa ini berada lebih tinggi dari jalur Gunung Bunder yakni pada ketinggian sekitar 1.173 mdpl sehingga jalur trekkingnya lebih pendek yakni sekitar 3,6 km. Estimasi waktunya sekitar 2 jam.

Tebing Panenjoan Sukabumi


Tebing Panenjoan Sukabumi Jawa Barat


Tebing Panenjon berlokasi di daerah desa tamnajaya Kec ciemas sukabumi, dari tempat tersebut anda bisa menikmati pemandangan daratan sukabumi dari atas tebing dengan ketinggian sekiatar 250 mdpl.

Secara bahasa, panenjoan berasal dari bahasa sunda yaitu dari kata “tenjo” yang artinya melihat. Dengan ketinggian ini, Anda bisa melihat pesona keindahan alam Ciletuh yang tak bertepi.

Untuk menuju aksebilitas tempat ini pun tidak mudah, anda harus melewati pelabhuan ratu dan di lanjutkan menggunakan boat selama sekitar 30 menit dan di lanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak hingga samapi ke air terjun ini.

Bukit Panenjoan ini menampilkan pertunjukan alam yang menakjubkan. Disebut sebagai mega amfiteater karena kawasan Ciletuh Geopark memiliki wilayah yang sangat luas dan lengkap. Selain itu nama “mega” disematkan pada tempat ini karena orang yang mempromosikan tempat ini untuk pertama kali sehingga seterkenal ini adalah Ibu Mega Fatimah Rosana, beliau adalah Dosen Geologi UNPAD yang sebelumnya melakukan penelitian ditempat ini, dan kemudian di promosikan kepada masyarakat luas sehingga Ciletuh disahkan sebagai Geopark Nasional.

Dari tempat ini sangat terlihat luasnya Samudera Hindia dan terlihat lekukan indah dari pesisir Pantai Palangpang lengkap dengan pulau-pulau kecil yang menghiasi di sekitarnya. Jika cuaca sedang cerah dan bersahabat, kamu bisa melihat lukisan air terjun yang tergambar pada tebing tinggi di kawasan Geopark Ciletuh, air terjun yang paling terlihat adalah Curug Cikanteh.

Dari Bukit Panenjoan ini kamu bisa melihat 3 desa, yaitu desa Ciwaru, desa Mandra Jaya, dan desa Mekar Sakti. Secara morfologi Bukit Panenjoan ini berbentuk seperti tapal kuda dan mirip sebuah mangkuk dengan pemandangan alam yang sangat menakjubkan.

Gunung Gede Pangrango Sukabumi

Gunung Gede Pangrango Sukabumi Jawa Barat

Gunung Gede Pangrango merupakan tempat wisata yang sangat memikat. Dari puncak, Anda bisa melihat Puncak Anak Gunung Krakatau, Gunung Sumatera, perkebunan teh dan taman rekreasi.
 
Di kawasan wisata Gunung Gede, terdapat tanaman bunga edelweiss, jika Anda perlu rekreasi untuk mengembalikan vitalitas tubuh, Anda bisa menjajal kolam pemandian air panas, santai di sekitar danau, dan mandi di air terjun.
 
Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980.
 
Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas.
 
Gunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona-zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia.
 
Gunung Gede mempunyai keadaan alam yang khas dan unik, hal ini menjadikan Gunung Gede sebagai salah satu laboratorium alam yang menarik minat para peneliti sejak lama.
 
Tercatat pada tahun 1819, C.G.C. Reinwardt sebagai orang yang pertama yang mendaki Gunung Gede, kemudian disusul oleh F.W. Junghuhn (1839-1861), J.E. Teijsmann (1839), A.R. Wallace (1861), S.H. Koorders (1890), M. Treub (1891), W.M. Docters van Leeuwen (1911); dan C.G.G.J. van Steenis (1920-1952) telah membuat koleksi tumbuhan sebagai dasar penyusunan buku The Mountain Flora of Java yang diterbitkan tahun 1972.
 
Gunung Gede juga memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari formasi-formasi hutan submontana, montana, subalpin; serta ekosistem danau, rawa, dan savana.
 
Gunung Gede terkenal kaya akan berbagai jenis burung yaitu sebanyak 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis di antaranya merupakan burung langka yaitu elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan celepuk jawa (Otus angelinae).
 
Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977, dan sebagai Sister Park dengan Taman Negara
 
Gunung Gede maupun kawasan Taman Nasional Gede Pangrango juga merupakan objek wisata alam yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun internasional.
 
Di Daerah Gunung Gede ada beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi, diantaranya:
  • Telaga Biru. Danau kecil berukuran lima hektare (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.
  • Air terjun Cibeureum. Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat.
  • Air Panas. Terletak sekitar 5,3 km atau 2 jam perjalanan dari Cibodas.
  • Kandang Batu dan Kandang Badak. Untuk kegiatan berkemah dan pengamatan tumbuhan/satwa. Berada pada ketinggian 2.220 m. dpl dengan jarak 7,8 km atau 3,5 jam perjalanan dari Cibodas.
  • Puncak dan Kawah Gunung Gede. Panorama berupa pemandangan matahari terbenam/terbit, hamparan kota Cianjur-Sukabumi-Bogor terlihat dengan jelas, atraksi geologi yang menarik dan pengamatan tumbuhan khas sekitar kawah. Di puncak ini terdapat tiga kawah yang masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu dan Wadon. Berada pada ketinggian 2.958 m. dpl dengan jarak 9,7 km atau 5 jam perjalanan dari Cibodas.
  • Alun-alun Suryakencana. Dataran seluas 50 hektare yang ditutupi hamparan bunga edelweiss. Berada pada ketinggian 2.750 m. dpl dengan jarak 11,8 km atau 6 jam perjalanan dari Cibodas.
Sejarah dan legenda Gunung Gede yang merupakan kepercayaan masyarakat setempat yaitu tentang keberadaan Eyang Suryakancana. Suryakancana adalah Putra dari Dalem Cikundul atau Rd. Aria Wira Tanu I, pendiri Cianjur dan bupati Pertama Cianjur, hasil dari pernikahannya dengan Putri Jin.
 
Masyarakat percaya bahwa Eyang Suryakencana yang notabenenya adalah bangsa jin, masih bermukim di sekitar gunung Gede, dan menjadi penguasa bangsa jin di gunung tersebut. Pada saat tertentu, banyak orang khususnya penganut Agama Sunda Wiwitan masuk ke goa-goa sekitar Gunung Gede untuk semedhi / bertapa maupun melakukan upacara religius.
 
- Sumber: Wikipedia


Puncak Darma Sukabumi

Puncak Darma Sukabumi Jawa Barat


Puncak Darma terletak di Desa Girimukti, Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Memiliki ketinggian 230 mdpl. Untuk mencapainya kamu akan memakan waktu tempuh sekitar 2 jam-an.

Yang menarik dari tempat ini adalah; di seperempat awal perjalanan kamu akan disuguhkan pemandangan desa-desa dan pohon-pohon yang rindang.

Puncak Darma adalah sebuah puncak yang berada di atas ketinggian tertentu dari permukaan laut dimana kita dapat menyaksikan secara langsung dan lebih dekat pemandangan indah Geopark Ciletuh.
 
Dari puncak ini kamu bisa melihat lautan lepas, pulau-pulau kecil seperti Pulau Kunti, Pantai Palangpang, Teluk Ciletuh, pematang sawah nan hijau yang menyegarkan mata, bukit-bukit, dan juga curug-curug yang terlihat dari kejauhan.
 
Dari Puncak Darma ini kamu juga bisa melihat kapal-kapal tongkang yang mengangkut komoditas yang terlihat seperti batubara, tidak hanya itu saja kamu akan melihat kapal-kapal nelayan yang sedang sibuk mencari ikan.
 
Ada juga perkebunan lengkuas, kunyit, jahe dan cengkeh. Percayalah, rasa bosan tidak akan kamu rasakan saat mengunjungi Puncak Darma. 
 

Bukit Karang Numpang Sukabumi

Bukit Karang Numpang Sukabumi Jawa Barat

Bukit Karang Numpang berada di Kecatamatan Guruh Sukabumi ini bisa anda jadikan sebagai tempat ngecamp. Dan pemandangan malam dari atas ketinggian pun tak kalah indahnya dengan pemandangan bukit bintang di yogyakarta.
 
Berada di Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Bukit yang beberapa waktu belakangan tengah trend di media sosial ini, terbilang baru bagi para wisatawan. Kian hari, kian banyak pendaki yang mengujungi Bukit Karang Numpang.
 
Lokasinya sungguh asik untuk memandang indahnya Kota Sukabumi dari jauh. Kamu akan melihat barisan rumah dan lahan persawahan yang tampak seperti miniatur.
 
Bukit Karang Numpang memiliki panorama alam yang sangat indah, diatasnya kami disuguhi view pedesaan diselimuti kabut tipis dan pesawahan yang hijau serta barisan perbukitan membentuk bingkai alam yang sangat menakjubkan. Bersyukurnya, cuaca saat itu sedang cerah, kombinasi langit biru dan awan putih melengkapi keindahan alam yang ada di Bukit Karang Numpang.
 
Dari atas bukit, banyak tersebar sejenis batu karang yang berukuran kecil juga berukuran sangat besar. Namun sayangnya, batu karang tersebut terdapat banyak coretan atau vandalisme dan sampah plastik yang dibuang oleh pengunjung diantara sela batu.
 
Selain batu karang, Bukit Karang Numpang juga banyak ditumbuhi ilalang yang tumbuh secara liar, tingginya antara sekitar 2 sampai 4 meter lebih. Diantar rimbunnya ilalang tersebut terdapat sebuah jalur seperti labirin yang saling menghubungkan satu sama lain ke beberapa spot berfoto lainnya yang ada di Bukit Karang Numpang.
 
Dari sini, anda bisa melihat indahnya Sukabumi dari ketinggian, barisan rumah dan hamparan alam seolah berada didalam dunia lukisan yang begitu indah.


Pemandian Air Panas Cikundul Sukabumi

Pemandian Air Panas Cikundul Sukabumi Jawa Barat

Pemandian Air Panas Cikundul merupakan tempat wisata yang cukup banyak dikunjungi di Sukabumi. Tempat wisata ini cocok dijadikan sebagai tempat wisata terakhir ketika berada di Sukabumi. Hal itu dikarenakan saat anda lelah berkeliling di tempat wisata di Sukabumi anda bisa meredakan lelah anda dengan berendam di sumber air panas ini.

Air panas dipercaya bisa menghilangkan kaki pegal-pegal, meredakan gatal-gatal dan menghilangkan nyeri sendi. Tidak hanya itu saja anda akan dibuat terpesona dnegan pengunungan yang ada di sekeliling pemandian air panas tersebut.

Anda juga bisa melihat Sungai Cimandiri yang unik dan menarik. Keunikan yang ada di Sumber Air panas ini adalah meski hujan turun, air di sumber air panas itu tetap terasa hangat dan panas.

Air Panas Cikundul dibangun sekitar Tahun 1990, dari jaman dahulu pemandian ini sangat populer di kalangan masyarakat Sukabumi, Jawa Barat. Namun setelah perubahan perkembangan teknologi, nama Air Panas Cikundul lebih dikenal wisatawan domestik maupun wisatawan lokal.

Dengan sumber mata alami dan pemandangan sekitar yang masih alami, menjadikan tempat ini digemari oleh wisatawan. Wisatawan bisa merasakan sensasi mandi air panas sambil menikmati aliran Sungai Cimandiri.

Pemandian Air Panas Cikundul berlokasi di Jalan Proklamasi No. 242, Desa Lembur Situ, Kelurahan Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Ada dua jenis kolam yang ada di pemandian ini, yakni kolan air panas dan kolam air dingin. Jadi, bagi anda yang mencari pemandian air dingin, disini juga menyediakan. Tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari tempat yang menyediakan kolam air dingin.

Menurut Dinas Pariwisata sekitar, tiap tahun ada lonjakan pengunjung sekitar 5% sampai 10%. Pada tahun 2009, kawasan wisata tersebut dilengkapi dengan wisata arung jeram yang memanfaatkan Sungai Cimandiri. Pengembangan yang lainnya adalah dibuatnya rumah pohon yang menambah objek wisata di tempat tersebut. Namun, anda harus hati-hati karena tidak ada pengaman khusus di rumah pohon tersebut.


Pemandian Air Panas Cisolok Sukabumi

Pemandian Air Panas Cisolok Sukabumi Jawa Barat

Pemandian air panas Cisolok merupakan salah satu objek wisata yang harus Anda kunjungi jika ingin melepas lelah atau ingin mengembalikan semangat dan energi tubuh.

Wisata air panas Cisolok memiliki keistimewaan berupa menyemburnya air dari tiga titik semburan air panas.

Sumber air panas cisolok adalah pemandian air panas yang terletak berdekatan dengan pantai  pelabuhan ratu ( Cuma berjarak 15 kilometer ). Sesuai namanya wisata ini menawarkan air panas sebagai sajian utama. Awalnya Pemandian air panas cisolok dulunya di temukan oleh warga belanda yang tinggal di sukabumi dan menjadi tempat favorit para belanda pada jaman itu.

Suhu air cukup tinggi, kurang lebih 80 derajat celcius. Lokasi dapat dijangkau dalam waktu kurang lebih 10 menit dari Pantai Pelabuhan Ratu melalui Jl. Cipatuburan Pelabuhanratu.

Pemandian air panas cisolok memiliki hal unik yang membedakan dengan sumber air panas lain yaitu letaknya di daerah pantai dan tidak berada di pegunungan seperti kebanyakan tempat pemandian air panas lainya, dan para pengunjung yang datang kewisata alam sumber air panas cisolok dpat melihat secara langsung air panas yang menyembur dari celah bebatuan di tengah sungai.

Dalam waktu-waktu tertentu jika anda sedang beruntung, anda  dapat menyaksikan primata kususnya kera dan lutung yang berrgelantung di pepohonan di sekeliling pemandian air panas, dan terdapat tiga titik sumber air panas dengan suhu air sekitar 80 derajat celcius,jika tak ingin kulit anda melepuh,, jangan coba coba mandi di sumber air panas tersebut.

Sebenarnya sumber air panas cisolok sendiri tidak menyebur keatas, karena tekanan nya yang tidak terlalu besar, tetapi warga sekitar menumpuk bebatuan di celah – celah pada bagian air yang keluar. Sehingga air menyembur ke atas hingga dad yang mencapai ketinggian sekitar 3 meter. Pemandian ini tentu sajaa menjadi daya Tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Wisata alam sumber Air panas yang berada  di cisolok sukabumi bukan berasal dari pemanasan oleh magma di dalam perut bumi, air panas cisolok bersumber  dari Geyser ( Air panas yang melewati kerak bumi ) dimana tekanan dari dalam perut bumi sangat  besar, sehingga  menyebabkan air tanah bersuhu cukup tinggi, dan menyebabkan air panas tersebut menyembur keluar.

Sumber mata air cisolok berasal dari geyser maka air panas di sini tidak mengandung belerang. Tetapi bukan berarti tidak memiliki kasiat, sebab air panas yang keluar dari sumber air panas memiliki kandungan mineral yang tinggi sehingga mampu menyembuhkan penyakit rematik dan penyakit kulit.

Pemandian cipanas terbuka untuk umum dan terbagi dalam 2 kategori jika para pengunjung ingin menikmati air yang menyembur pengunjung dapat menyemburkan diri ke sungai. Sedangkan bagi anda yang ingin lebih santai dan privat dapat memilih ke wilayah kolam kolam yang di sediakan oleh pihak pengelola.anda juga disajikan pemandangan khas yang berada di wilayah pelabuhan ratu.